Tampilkan postingan dengan label bell politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bell politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2011

Bukittinggi, Kota Terkorup di Sumatera Barat


http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/B8CBuizxMAfDXEaVaQ.mVw--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MjYwO2NyPTE7Y3c9MzYwO2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7aD0xMzg7cT04NTt3PTE5MA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/jam-gadang-salah-satu-icon-kota-bukittinggi-sumatera-barat-_110815084018-356.jpg Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, menyatakan Kota Bukittinggi sebagai daerah dengan  dugaan kasus korupsi paling tinggi di Sumatera Barat.
"Dari hasil monitoring kita, Kota Bukittinggi menduduki peringkat teratas terdapatnya dugaan kasus korupsi di Sumbar, kemudian baru disusul Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok," kata Staf LBH Padang Divisi Pendampingan Hukum dan Paralegal Deddi Alparesi, di Padang, Jumat.
Dia menambahkan, dari monitoring LBH Padang dugaan kasus korupsi didaerah itu saat ini telah mencapai 17 kasus, sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat 16 kasus, dan Kabupaten Solok sebanyak 13 kasus.
Hasil monitoring LBH Padang terkait kasus korupsi di provinsi itu berdasarkan audit dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPK), data Kejaksaan, laporan masyarakat, serta hasil dari investigasi media massa setempat.
Munculnya Kota Bukittinggi sebagai daerah paling rawan akan korupsi di Provinsi Sumbar dari data LBH Padang, terkait dengan banyaknya proyek pengadaan barang dan jasa di wilayah tersebut, dimana sekor itu juga merupakan penyumbang peluang terbesar terjadinya korupsi di daerah itu.
Total kasus dugaan korupsi di Sumbar sendiri berdasarkan catatan LBH Padang pada tahun 2011 ini telah mencapai 157 kasus, dan jumlah tersebut didata sejak tahun 2007.
"Modus korupsi yang paling marak terjadi di Sumbar adalah Mark Up, dengan jumlah kasus mencapai 43, diikuti penyelewengan 41 kasus, dan penyimpangan anggaran mencapai 34 kasus," jelas Deddi.
Sehubungan dengan itu, dari 157 kasus korupsi yang ada sampai tahun 2011 ini, untuk pengungkapanya selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan, dimana pada tahun 2009 ada sebanyak 25 kasus yang diungkap kejaksaan, 2010 turun menjadi 19 kasus, dan pada tahun ini hanya 12 kasus yang diungkap kejaksaan.

sumber

Aksi Bakar Diri di Istana disebabkan Kegagalan SBY


http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/ksuCZpYo1BCnGRyW3t4NzQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MjcwO2NyPTE7Y3c9NDM2O2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7aD0xMTg7cT04NTt3PTE5MA--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Tribune_News/Bakar-diri.jpg Pemerintah tidak boleh mengabaikan berbagai fakta sosial di tengah-tengah masyarakat. Maraknya aksi kriminalitas seperti perampokan dan pembunuhan. Hingga peristiwa mengenaskan seperti bunuh diri karena kesulitan ekonomi.
"Terjadinya aksi bakar diri di depan Istana negara adalah peringatan serius kepada presiden SBY-Boediono dan jajaran pemerintahannya, bahwa kemiskinan yang semakin meluas telah berada pada tahap mengkhawatirkan di level masyarakat, seperti bertindak nekad karena kehilangan harapan hidup," ujar Ketua DPN Repdem, Masinton Pasaribu, Kamis (08/12/2011).
Masinton menandaskan, laporan pemerintah menurunnya kemiskinan berbanding terbalik dengan kenyataan dan harapannya rakyat. Ini, katanya lagi, disebabkan karena pemerintahan SBY-Boediono dengan menteri-menterinya terlalu mementingkan pencitraan semu.
Kerap kedepankan kebohongan kepada rakyat ketimbang melakukan kerja-kerja kongkrit dan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dan meluasnya kemiskinan dan mengguritanya praktek korupsi di tubuh pemerintahan SBY-Boediono.
"Serta pemberantasan korupsi tebang pilih yang tidak menyentuh kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan lingkar kekuasaan seperti kasus bail out bank century, kasus pengadaan gerbong kereta api, kasus Hambalang dan suap sesmenpora yang melibatkan pengurus partainya SBY, Belum lagi kasus mafia pajak, dan lain-lain yang melahirkan frustrasi dan ketidak percayaan rakyat kepada pemerintahan SBY-Boediono," tandas Masinton Pasaribu.

sumber

Busyro Akui ada Kedekatan Angie dengan Penyidik KPK


http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/xRlDu7TPFnjCzJ1WaO2Oug--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MjcwO2NyPTE7Y3c9NDM2O2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7aD0xMTg7cT04NTt3PTE5MA--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Tribune_News/20111025_Angelina_Usai_Diperiksa_Penyidik_KPK.jpgPimpinan KPK, Busyro Muqodas membenarkan adanya dugaan kedekatan Angelina Sondakh dengan seorang penyidik KPK.
"Ya, ada indikasi kedekatan pribadi dan itu sudah kami periksa," ujar Busyro kepada wartawan usai konferensi pers kampanye Hari Antikorupsi seDunia di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2011).
Busyro menegaskan, kedekatan Angie dengan seorang penyidik KPK tidak mengganggu penyidikan. Pasalnya, penyidik tersebut tidak melakukan penyidikan terhadap kasus suap yang menjerat nama Angie.
"Tidak, dia tidak memeriksa perkara Angie," kata Busyro.
Busyro juga menegaskan bahwa pimpinan KPK sudah melakukan tindakan secara maksimal agar kedekatan seorang penyidik KPK dengan Angie agar tidak ada intervensi.
"Sudah kami cegah potensi intervensi dengan maksimal," kata Busyro menjelaskan.

sumber

Jumat, 04 November 2011

Iwan Fals Akan Terjun Kedunia Politik?

Kabar akan majunya musisi Iwan Fals menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang menjadi sorotan publik. Betapa tidak, selama ini pria bernama asli Virgiawan Listanto tersebut dikenal musisi kritis dan terbilang anti dengan dunia politik.

Iwan nampaknya sadar dengan karakter perpolitikan Tanah Air. Karena itu, hingga kini pelantun lagu Bento tersebut tidak pernah terjun ke dunia politik praktis dan memilih konsisten menjadi seorang seniman.

“Saya tahu betul siapa Iwan. Dari dulu banyak yang mengajak dia berpolitik, tapi dia tidak mau. Dia pernah bilang kalau menjadi presiden itu tidaklah mudah,” kata Ketua DPP Orang Indonesia (Oi), Sony Teguh Trilaksono, saat berbincang dengan okezone, Jumat (4/11/2011).

Karena itu, Sony yakin bahwa Iwan Fals tidak akan tertarik menjadi seorang presiden. Terlebih, hingga kini dirinya belum pernah mendengarkan langsung pernyataan dari Iwan soal pencalonannya menjadi orang nomor satu Indonesia.

“Biarkan dia konsisten menjadi budayawan. Iwan Fals adalah tokoh perubahan tapi bukan berarti dia harus memimpin perubahan itu,” tandasnya.

Lantas, jika ternyata Iwan Fals menyatakan siap menjadi presiden, apakah 9 juta kader Oi akan mendukungnya?

“Sampai saat ini saya yakin Iwan tidak mau mejadi presiden. Kalau dia mau dari dulu saja, toh fans-nya banyak. Iwan Fals dan Oi akan tetap berkarya untuk Indonesia, tetapi bukan di dunia politik,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berita mengejutkan datang Iwan Fals. Ayah kandung almarhum Galang Rambu Anarki ini dikabarkan siap bersaing menjadi calon presiden di Pemilu 2014 mendatang.

Pengakuan itu dikatakan Iwan kepada wartawan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, pada Kamis 3 November kemarin. Secara tegas, Iwan siap terlibat di dunia politik jika kondisinya memang mengharuskan demikian.

“Kalau kondisinya kepepet seperti terjadi perang dan kondisi mau chaos, masa saya tetap tidak peduli,” kata Iwan Fals kepada wartawan.

Tetapi, jika kondisinya tidak mengharuskan dirinya terlibat, ayah kandung almarhum Galang Rambu Anarki ini tetap akan menjadi seorang musisi. Menurutnya, menjadi musisi lebih menyenangkan ketimbang menjadi seorang politikus.
  Kabar akan majunya musisi Iwan Fals menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang menjadi sorotan publik. Betapa tidak, selama ini pria bernama asli Virgiawan Listanto tersebut dikenal musisi kritis dan terbilang anti dengan dunia politik.

Iwan nampaknya sadar dengan karakter perpolitikan Tanah Air. Karena itu, hingga kini pelantun lagu Bento tersebut tidak pernah terjun ke dunia politik praktis dan memilih konsisten menjadi seorang seniman.

“Saya tahu betul siapa Iwan. Dari dulu banyak yang mengajak dia berpolitik, tapi dia tidak mau. Dia pernah bilang kalau menjadi presiden itu tidaklah mudah,” kata Ketua DPP Orang Indonesia (Oi), Sony Teguh Trilaksono, saat berbincang dengan okezone, Jumat (4/11/2011).

Karena itu, Sony yakin bahwa Iwan Fals tidak akan tertarik menjadi seorang presiden. Terlebih, hingga kini dirinya belum pernah mendengarkan langsung pernyataan dari Iwan soal pencalonannya menjadi orang nomor satu Indonesia.

“Biarkan dia konsisten menjadi budayawan. Iwan Fals adalah tokoh perubahan tapi bukan berarti dia harus memimpin perubahan itu,” tandasnya.

Lantas, jika ternyata Iwan Fals menyatakan siap menjadi presiden, apakah 9 juta kader Oi akan mendukungnya?

“Sampai saat ini saya yakin Iwan tidak mau mejadi presiden. Kalau dia mau dari dulu saja, toh fans-nya banyak. Iwan Fals dan Oi akan tetap berkarya untuk Indonesia, tetapi bukan di dunia politik,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berita mengejutkan datang Iwan Fals. Ayah kandung almarhum Galang Rambu Anarki ini dikabarkan siap bersaing menjadi calon presiden di Pemilu 2014 mendatang.

Pengakuan itu dikatakan Iwan kepada wartawan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, pada Kamis 3 November kemarin. Secara tegas, Iwan siap terlibat di dunia politik jika kondisinya memang mengharuskan demikian.

“Kalau kondisinya kepepet seperti terjadi perang dan kondisi mau chaos, masa saya tetap tidak peduli,” kata Iwan Fals kepada wartawan.

Tetapi, jika kondisinya tidak mengharuskan dirinya terlibat, ayah kandung almarhum Galang Rambu Anarki ini tetap akan menjadi seorang musisi. Menurutnya, menjadi musisi lebih menyenangkan ketimbang menjadi seorang politikus.(sumber)
 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Agung Nugroho | Bloggerized by Beyuk - Premium Blogger Themes | Holigans